Kendatipun belakangan ini sering kali kita dengar bermunculan berbagai teknologi ramah lingkungan yang diciptakan, akan tetapi nasib mencemaskan masih menaungi pembuangan limbah medis di Indonesia. Fakta yang diperoleh di lapangan, baru sebagian kecil saja dari 300 ton limbah setiap hari dari 2.800 rumah sakit di berbagai kota di tanah air yang baru mendapatkan pengelolaan dengan benar.

Pengelola sebagian besar membuang limbah medis ke tempat pembuangan akhir (TPA) atau lokasi umum, termasuk membuang ke sungai.

Direktur Penilaian Kinerja Pengelolaan Limbah B3 dan Limbah Non B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Sinta Saptarina Soemiarno menyebutkan, fenomena ini terjadi karena pemahaman pengelolaan limbah medis dari penghasil limbah maupun aparat pengawas masih terbatas.

Bayangkan saja, sampai Juli 2018, hanya 93 rumah sakit memiliki izin operasional incinerator (pemusnah limbah). Total kapasitas terpasang 45 ton per hari.

“Berarti sekitar 255 ton limbah beracun setiap harinya dibuang secara ilegal,” kata Sinta Saptarina mewakili Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 saat membuka Forum Standardisasi Teknologi IPAL/Incinerator Ramah Lingkungan ‘Medical Waste Treatment Equipment Workshop‘,” di Manggala Wanabakti Ruang Rimbawan 1 KLHK, Jakarta, pada hari Rabu (3/10).

Kondisi ini semakin parah karena periode triwulan IV 2017 – triwulan 1 2018 ada beberapa perusahaan jasa pengolah limbah medis menghentikan penerimaan limbah.

“Akibatnya terjadi penumpukan limbah medis di banyak rumah sakit di Indonesia,” ujar dia.

Menurut Sinta, situasi ini membuat Kementerian LHK terpaksa mengambil langkah darurat, yaitu pemusnahan limbah medis dalam kurun waktu enam bulan. Pemusnahan dilakukan dengan bantuan sebuah pabrik semen.

“Kami berharap forum ini menjadi upaya solutif menuju pengelolaan limbah baik dan tepat,” tutupnya.

Forum ini turut dihadiri juga oleh perwakilan pemerintahan (KLHK, K/L terkait, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi/Kab./Kota dan Diskes Prov/Kab./Kota), asosiasi/lembaga non-pemerintah, dan RSUD di beberapa Kab./Kota di Indonesia. Sementara, sebagai narasumber dalam forum ini antara lain Kepala Pusat Standarisasi Lingkungan dan Kehutanan, Direktur Verifikasi Pengelolaan Limbah B3 KLHK, Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, serta Asosiasi Produsen Incinerator Indonesia dan Asosiasi Produsen IPAL Indonesia.

Sumber: http://sriwijayamagazine.com/klhk-mantapkan-langkah-atasi-permasalahan-limbah-medis-indonesia/

Share This: