Bagaimana cara memilih produsen insinerator yang baik?

Pertumbuhan penduduk dan industri yang pesat telah menghasilkan peningkatan limbah baik limbah berbahaya maupun non-berbahaya. Jarak antara kawasan industri, rumah sakit dan kegiatan penghasil limbah lainnya dengan masyarakat sekitar semakin dekat dari hari ke hari. Kedekatan jarak ini telah menyebabkan masyarakat menjadi lebih sadar dan sensitif terhadap polusi dan limbah. Industri yang menghasilkan limbah akan dianggap sebagai tempat yang harus dihindari, apalagi jika limbah yang dikelola dengan cara yang tidak sesuai. Selain itu, industri dan rumah sakit juga bertanggung jawab atas keamanan dan keselamatan masyarakat di sekitarnya. Sangat disayangkan jika industri dan rumah sakit sebagai sarana kesehatan masyarakat ternyata menghasilkan limbah yang menjadi sumber penyebaran penyakit.

Incinerator adalah salah satu sistem penghancuran limbah in-situ dengan cara membakar limbah berbahaya dan tidak berbahaya di lokasi industri atau lokasi rumah sakit. Insinerator masih merupakan teknologi yang paling aman dan ramah lingkungan untuk membakar limbah, khususnya limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) dan salah satu kategori yang sekarang menjadi populer karena kurangnya pengelolaan limbah adalah limbah infeksi yang dihasilkan dari aktivitas Rumah Sakit. Akan tetapi insinerator yang dibutuhkan oleh rumah sakit atau industri yang ingin membakar limbah B3 tentu bukan hanya sekedar jenis insinerator biasa yang hanya beroperasi untuk membakar limbah B3 dan menghasilkan abu sebagai produk, insinerator yang digunakan untuk membakar limbah B3 juga harus memiliki izin yang sah dan izin operasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan untuk mendapatkan perizinan ada beberapa aturan dan persyaratan wajib yang harus dipenuhi oleh pemohon baik dari industri atau rumah sakit ketika mengajukan permohonan izin operasi insinerator ke KLHK. Aspek Administrasi dan Teknis harus dipenuhi, dan semua harus sesuai dengan peraturan pemerintah terbaru, yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014.

Persyaratan Administratif

Persyaratan administrasi yang harus dipenuhi oleh pemohon izin mengacu pada PP 101 Tahun 2014 dan Lampiran PP No. 01 tahun 2013.

Persyaratan Teknis

Desain

Desain yang tepat dan suhu operasi insinerator harus mencapai suhu yang diinginkan, waktu tinggal, dan kondisi lain yang diperlukan untuk menghancurkan limbah patogen, meminimalkan emisi, menghindari pembentukan klinker dan slagging abu (di ruang utama), menghindari kerusakan-kerusakan refraktori, dan meminimalkan konsumsi bahan bakar. Unsur-unsur Good Combustion Practice (GCP) juga harus diikuti untuk mengontrol emisi dioxin dan furan.

 

Lokasi

Lokasi insinerator dapat secara signifikan mempengaruhi dispersi plume dari cerobong, yang pada gilirannya akan mempengaruhi konsentrasi ambient, deposisi dan eksposur kepada pekerja dan masyarakat sekitar. Untuk perusahaan pengelolaan limbah B3, adalah wajib bagi lokasi insinerator berada di kawasan zona industri.

 

Kriteria untuk mengetahui apakah unit insinerator dapat memperoleh izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) harus mengacu pada dasar hukum (di atas) yaitu pada tahap spesifikasi teknis dan pengoperasian insinerator. Subjek ini sangat tergantung pada parameter di bawah ini:

  • Pada saat insinerator beroperasi tidak akan menghasilkan asap dan bau serta emisi gas buang harus sesuai dengan Kep. 03/Bapedal/9/1995.
  • Waktu tinggal gas (Waktu Retensi) minimal 2 detik.
  • Memiliki alat kontrol polusi udara (yaitu: Water Scrubber dan Cyclone).
  • Memiliki tinggi Chimney minimal 14 meter dan dihitung dari permukaan tanah dan memiliki lubang sampling yang disesuaikan dengan Kep. 205/Bapedal/1996.
  • Efisiensi Pembakaran = 99,99%
  • Temperatur di ruang bakar primer (Ruang Primer) minimum 8000C (suhu operasi).
  • Temperatur di ruang bakar kedua (Ruang Sekunder) suhu minimum 10000C. Pengelolaan limbah sitotoksik (genotoksik) pada suhu ? 1.2000C.
  • Memiliki keamanan operator incinerator terhadap radiasi panas yang dihasilkan dari pembakaran limbah tersebut (negatif pressure).

Hati-hati dalam berinvestasi insinerator dan memilih produsen insinerator, dengan biaya investasi sekitar ratusan juta atau bahkan milyaran rupiah, pada akhirnya, ketika mengajukan proses perizinan ke KLHK, insinerator tidak akan mendapatkan persetujuan akhir untuk izin operasionalnya karena tidak memenuhi kepatuhan baik dari segi persyaratan administrasi maupun teknis, dan izin operasi insinerator ini diperlukan dan wajib bagi semua orang yang akan mengoperasikan insinerator.

Apa yang harus saya lakukan?

Perusahaan yang berpengalaman dalam membuat insinerator adalah perusahaan yang dapat menjamin bahwa produk insinerator yang mereka buat akan memiliki izin dari KLHK dan biasanya sangat tidak memungkinkan bagi industri atau rumah sakit untuk mengurus sendiri sendiri perizinan nya, karena dalam hal ini keterlibatan produsen insinerator memainkan peranan yang sangat vital dan penting. Aspek teknis dari kelengkapan kepatuhan dokumen teknis, dan bantuan teknis selama proses pengajuan izin harus dibantu oleh produsen insinerator. Jika produsen memiliki masalah dengan tanggung jawab ini dan memberikan tanggung jawab sepenuhnya kepada industri atau rumah sakit untuk menangani proses perizinan, maka kapabilitas produsen insinerator tersebut patut dipertanyakan dan kemungkinan tidak memiliki pengalaman dalam membuat insinerator yang memiliki izin dari KLHK.
Daftar periksa di bawah ini akan membantu Anda untuk memeriksa produsen insinerator sebagai bagian dari kualifikasi vendor insinerator.

  1. Apakah pabrikan memiliki Ecolabel atau Registrasi Teknologi Ramah Lingkungan (TRL) yang terdaftar di KLHK untuk peralatan insineratornya? YA / TIDAK (Minta nomor registrasi dan cek di situs web KLHK).
  2. Apakah produsen memiliki rekam jejak pada insinerator yang diproduksi sebelumnya yang telah lulus dan mendapatkan izin operasi dari KLHK? YA / TIDAK (Mintalah bukti terkait).
  3. Apakah pabrikan menawarkan jaminan penuh bahwa peralatan insinerator yang dibuat akan mendapatkan izin operasi dari KLHK? YA / TIDAK (Mintakan surat resmi)
  4. Apakah produsen diakui statusnya oleh asosiasi terkait seperti Asosiasi Produsen Insinerator Indonesia (API Indonesia)? YA / TIDAK (Mintalah bukti terkait).
  5. Apakah pabrikan menawarkan garansi penuh terhadap ketersediaan suku cadang dan transfer pengetahuan teknis untuk operator insinerator? YA / TIDAK (Mintakan surat resmi)

Jika terdapat jawaban TIDAK dari salah satu daftar periksa di atas, maka kita harus mempertanyakan kemampuan pabrikan dan tanggung jawab pabrikan terhadap produk dan izin nya.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk insinerator, silakan kunjungi http://cr-enviro.com/our-product/solid-waste-treatment/insinerator/

Terima kasih.

 

Share This: